Bogor, Penaberita.id–Sebanyak 30 guru SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia se- Kabupaten Bogor belajar menulis puisi dan cerita pendek (cerpen) di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor.
Ketua Rumah Aksara Khatulistiwa, Romauli Lubis, mengatakan menulis cerita pendek dan puisi adalah bagian dari kegiatan literasi yang tidak hanya dibutuhkan bagi para siswa. Para guru pun dapat mengembangkan kemampuan dan kompetensinya dengan berbagai ilmu bersama narasumber dan mentor.
Workshop ini menghadirkan pemateri menulis cerita pendek Sihar Ramses Simatupang dan narasumber cipta puisi Frans Ekodhanto.
“Tidak hanya menerima materi, para guru juga diajak menuliskan karya cerpen dan puisi. Pemateri memilih puisi dan cerpen terbaik. Dua karya terbaik tersebut dipentaskan bersama-sama,” katanya, Kamis (16/4/2026) di Studio Lantai 4 Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Jalan Bersih Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong.

Romauli mengungkapkan, untuk pemenang cipta cerpen, pementasan karya dimentori oleh Agus Firmansyah, dan mentoring untuk pementasan puisi disutradari Bambang Wahyudin. Acara ini juga dihadiri Pengurus Yayasan Hari Puisi Indonesia Herman Syahara dan Relawan Relima Perpusnas RI Julia Basri.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Diah Rodiah menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang guru-guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Bogor. Dia menyampaikan apresiasi pada sejumlah dukungan datang yang dari berbagai kalangan selain dari Pemerintah Kabupaten Bogor, yaitu dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, Bank BJB dan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Nuroji.
Sementara itu Ketua MGMP Kabupaten Bogor, Edyar Rahayu Malik memaparkan, workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Puisi dan Cerita Pendek adalah salah satu kegiatan yang ditunggu para guru.
“Harapannya, semakin banyak kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi guru-guru di Kabupaten Bogor,” harap Edyar.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Bogor mengharapkan dukungan masyarakat untuk meningkatkan minat baca sekaligus kunjungan ke Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Bogor yang berlokasi di
Harapan senada juga disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (DAP) Kabupaten Bogor Rahmat Kurnia, mengatakan jumlah pengunjung perpustakaan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) masih minim apabila dibandingkan kunjungan pelajar tingkat SD dan SMP.
“Kami sangat senang apabila ada kerja kegiatan yang dapat meningkatkan literasi seperti ini. Karena masih minimnya jumlah pengunjung dari SMA, kami mengundang Bapak dan Ibu Guru untuk mengajak siswanya mengunjungi Perpustakaan Kabupaten Bogor,” ucap Rahmat sekaligus membuka acara Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Puisi dan Cerita Pendek.
Saat ini fasilitas dan ruang baca Perpustakaan sudah semakin nyaman. Koleksi buku juga diyakini mampu membantu para siswa mencari bahan referensi bacaan.
Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor juga menyediakan ruang ekspresi yaitu Ruang Studio yang ada di Lantai 4 Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.

Setelah renovasi, baru Rumah Aksara Khatulistiwa yang menggunakan tempat ini. Tempat ini memang sengaja didesain dengan panggung teater agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas pertunjukan.
“Mungkin masih tercium bau cat karena memang Ruang Studio ini baru kali ini kita gunakan setelah direnovasi,” ujarnya.
Rahmat yang didampingi Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Andri Wijayanto juga menyampaikan apresiasinya pada Rumah Aksara Khatulistiwa karena telah ikut serta membangun gerakan literasi di Kabupaten Bogor. * Rudi
