PAM Jaya Targetkan 7.000 KM Pemasangan Pipa di Jakarta Rampung 2029

Tambahkan Caption pada image dan akan tampil di kolom ini.

Jakarta, Penaberita.id–Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) tancap gas. Berdasarkan amanat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 7 Tahun 2022, perusahaan menargetkan pemasangan 7.000 kilometer pipa air bersih hingga tahun 2029. Ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan cakupan layanan air minum di DKI Jakarta, yang mulanya ditargetkan rampung 2030, namun kini diminta Gubernur Pramono Anung untuk dipercepat.

Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengungkapkan bahwa penambahan pipa baru ini adalah salah satu dari berbagai strategi untuk mencapai target cakupan 100%.

“Penggunaan air baku 100 persen tidak hanya soal perpipaan, tapi juga mengenai infrastruktur lainnya seperti suplai air dan fasilitas penunjang,” jelas Syahrul dalam diskusi yang diselenggarakan di Jakarta Barat, Jumat, 25 Juli 2025.

PAM Jaya sendiri kerap menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari non-revenue water (NRW) hingga gaya hidup masyarakat dalam penggunaan air bersih. Meski demikian, Syahrul optimistis.

“Sudah menjadi ukuran suatu negara modern dari airnya. Sebab air merupakan kebutuhan vital. Dan kami dari PAM Jaya berupaya agar di tahun 2029 seluruh masyarakat Jakarta sudah bisa terlayani,” tuturnya.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, PAM Jaya berpegang pada misi sosial yang termaktub dalam Pergub 7/2022, yaitu melayani seluruh masyarakat Jakarta. Syahrul membagikan pengalaman inspiratifnya di Kamal Muara, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sebelum terlayani PAM Jaya, warga harus merogoh kocek Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari hanya untuk air. Kini, dengan kehadiran PAM Jaya, Rp50.000 bisa mencukupi kebutuhan air selama sebulan.

“Selain meringankan beban warga, dengan teraliri air PAM, NJOP di kawasan tersebut juga otomatis naik,” imbuhnya.

Namun, target ambisius ini juga menyimpan tantangan. Efriza, peneliti senior dari Citra Institute, mengingatkan PAM Jaya untuk memastikan proses pemasangan pipa berjalan “smooth”. Mengingat Jakarta adalah kota yang tak pernah berhenti bergerak, khususnya pada hari kerja, proyek sepanjang 7.000 kilometer ini berpotensi menyebabkan kemacetan parah.

“Hal ini yang harus menjadi perhatian PAM Jaya agar mobilitas masyarakat tidak terganggu namun upaya pemenuhan target 100 persen layanan juga bisa terpenuhi,” tegas peneliti lulusan IISIP Jakarta ini.*Rudi